Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Cerpen

Wajah nya menengadah ke langit, seakan -akan bertanya kapan Tuhan mencabut nyawanya. Keriput di wajah dan tubuhnya sudah cukup mengisyaratkan kepedihan hidup yang ia derita. Ya, nenek pengemis di pojok pasar yang selalui terlihat mata ku saat melintas sepulang kantor. Namun hari ini berbeda, saat aku melintas tepat di depan nya dia melirik ke arahku lalu tersenyum. Senyuman yang menyeramkan menurut ku. Karena sudah sekian lama aku melintas di depan nya dan baru hari ini aku melihat dia tersenyum. Aku pun segera memalingkan muka dan bergegas melanjutkan perjalanan. Sesampai di rumah aku duduk di beranda menikmati angin sore yang sejuk. Sampai teringat kembali permasalah yang ku hadapi. Dan aku rasa tak ada seorang pun di dunia ini yang mau merasakan hal yang kurasakan sekarang. Proses perceraian yang sangat menyiksa, suami ku selalu menolak permintaan cerai dari ku. Dia beranggapan bahwa dia tidak bersalah, jelas-jelas dia selingkuh. "Dunia ini aneh dan begitu pun orang-orang ya...